Bigetron by Vitality secara terang-terangan menggaungkan #TOLAKRASISME di seluruh platform media sosialnya. Bigetron by Vitality menyampaikan bahwa mereka akan selalu berdiri dan mendukung pemainnya bukan hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai manusia yang berhak mendapatkan rasa aman dan hormat.
Skena kompetitif esports harus dibangun atas semangat kompetisi, kerja keras, dan rasa saling menghormati. Tanpa menyediakan ruang untuk ujaran kebencian, terlebih lagi tindakan rasisme.
Latar Belakang Penyampaian Tolak Rasisme

Hal ini bermula ketika sebuah klip beredar di media sosial yang berasal dari akun bernama KPL月光 di platform Xiaohongshu (Rednote). Akun tersebut membuat sebuah potongan video yang menyebut Player Clash Lane HOK BTR, yakni Iqbal Khan. Pemain yang akrab disebut sebagai Bal itu di cap sebagai pemain asal Afrika, yang disertai narasi fiktif berlebihan yang tidak sesuai dengan fakta.
Menanggapi hal ini, banyak netizen yang mengecam konten tersebut. Karena dianggap mengandung unsur bullying, rasisme dan penghinaan terhadap fisik (bodyshamming). Alhasil banyak warganet yang berkomentar menyerang balik pemilik akun tersebut dan mengumandangkan report massal.
Rasisme dan segala jenis tindakan penghinaan lain tidak pantas untuk diberikan ruang di skena esport kompetitif. Semua orang berhak mendapatkan rasa hormat dan rasa aman yang setara, tanpa harus memandang perbedaan ataupun kekurangan satu sama lain. Tindakan Bigetron by Vitality merupakan sebuah bukti nyata bahwa inklusivitas dan sportifitas dijunjung tinggi dalam skena Esport Global.






