Kabar tidak mengenakkan hadir dari Esports PUBGM. PMWC Grand Finals 2026 harus berhenti setelah pertandingan ke-empat selesai, dikarenakan sekitar 20 orang yang terdiri dari pemain, headcoach, dan pihak manajemen mengalami keracunan masal.
Turnamen dunia yang digelar di Paris itu pun harus memberhentikan turnamen untuk sementara dan melakukan penjadwalan ulang setelah kejadian yang tidak diinginkan tersebut terjadi.
Kondisi Kacau di Lapangan

Hal ini dikonfirmasi oleh Richard Lewis melalui cuitannya di X, sebagai investigative journalist, ia mengonfirmasi bahwa telah terjadi keracunan makanan di panggung turnamen PUBG Mobile. Kejadian tersebut cukup mengkhawatirkan sampai ambulans hadir di tempat dan besarnya kemungkinan untuk dirawat di rumah sakit.
Laporan ini didukung dengan pengumuman dari tim S2G Esports yang bertanding di PMWC Grand Finals. Melalui laman instagramnya, S2G memberikan pengumuman bahwa kedua pemain PUBG Mobile mereka yakni Berkay “Lost” Yilmaz dan Faruk “HamsiG” Hamsici sedang menjalani proses pengobatan mengenai isu kesehatan yang sedang terjadi.
Selain itu, IDA Esports juga melakukan pengumuman yang sama. Kali ini tidak hanya mengenai pemain saja, melainkan pihak manajemen dan headcoach juga mengalami hal yang serupa. Semua pihak sekarang sedang menjalani pengobatan agar segera dapat bertanding kembali.
Safety Concern dan Keselamatan Atlet

Hingga artikel ini dibuat, penyebab pasti keracunan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak penyelenggara maupun otoritas medis setempat.
Dugaan keracunan makanan yang beredar di kalangan pemain dan saksi mata di lokasi turnamen masih bersifat sementara, sehingga menuding sumber makanan tertentu sebagai penyebab dinilai masih terlalu dini.
Sarqas Network akan terus memantau perkembangan pernyataan resmi dari KRAFTON, Level Infinite, dan Esports World Cup Foundation selaku penyelenggara.
Jangan Sampai Kasus Keracunan Ini Terulang

Terlepas dari penyebabnya, insiden ini menjadi pengingat penting bagi penyelenggara turnamen internasional bahwa keselamatan dan kesehatan atlet harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap di balik gemerlap panggung dan besarnya total hadiah.
Standar keamanan pangan, kesiapan tim medis di lokasi, serta protokol tanggap darurat pada ajang sekelas PMWC sudah semestinya dievaluasi ulang agar kejadian serupa tidak terulang pada turnamen-turnamen esports berskala besar berikutnya.





